Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kudus: Porsi Besar, Harga Merakyat

garnier Paket hemat isi 2

Kudus menyimpan banyak rahasia kuliner yang sayang dilewatkan. Salah satunya adalah Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo, warung yang belakangan ini viral di media sosial karena menawarkan dua hal sekaligus: porsi jumbo dan harga yang benar-benar bersahabat di kantong.

sate kerbau dan iga bakar mbah tedjo
sate kerbau dan iga bakar mbah tedjo
Memperbaiki kulit dengan Skintific

Bukan hanya sekadar warung biasa. Mbah Tedjo hadir dengan tagline yang langsung menarik perhatian — “Gedhe Dhowo Mung Iga” — yang dalam bahasa Jawa berarti porsi iga yang besar dan panjang. Dikombinasikan dengan sate kerbau dan iga bakar khas Kudus, warung ini menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Artikel ini mengulas tuntas segala hal tentang Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo, mulai dari lokasi, menu lengkap, kisaran harga, hingga tips berkunjung agar pengalaman kuliner Anda semakin sempurna.


🧭 Blok Entitas Kuliner: Nama: Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Jenis: Warung Kuliner Khas Daerah Kategori: Daging Kerbau, Iga Bakar Wilayah: Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Jam Buka: Senin Libur | Selasa–Minggu: 09.00–22.00 WIB Harga Mulai: Rp 9.000 Akun Sosial: @satekerbaudanigabakarmbahtedjo


Mengenal Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo

Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo adalah warung kuliner yang menyajikan dua hidangan unggulan sekaligus: sate kerbau khas Kudus dan iga bakar ukuran jumbo. Warung ini berlokasi di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Profil Warung:

Warung ini mulai dikenal luas sejak awal 2025. Tepat pada 25 Februari 2025, warung ini melakukan soft opening yang langsung mendapat perhatian besar dari warga Kudus dan sekitarnya. Dalam waktu singkat, nama Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo viral di berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.

Yang membuat warung ini langsung ramai adalah promosinya yang kuat: harga menu mulai dari Rp 9.000 saja. Di tengah kenaikan harga bahan pangan yang terus terjadi, kehadiran warung dengan harga seperjuangan ini disambut antusias warga.

Konsep “Kuliner Khas Kudus Harga Merakyat”:

Konsep yang diusung adalah kuliner khas daerah dengan harga yang dapat dijangkau semua kalangan. Tagline resmi warung ini adalah “Kuliner Khas Kudus Harga Merakyat, Porsine Guedhe Rakmekakat” yang artinya: kuliner khas Kudus harga merakyat dengan porsi besar yang menggiurkan.

Ini bukan sekadar slogan. Pengunjung yang datang langsung bisa merasakan porsi yang disajikan memang besar — terutama iga bakarnya yang terkenal panjang dan tebal. Filosofinya sederhana: semua orang berhak menikmati kuliner lezat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Popularitas yang Cepat Berkembang:

Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak buka, Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus sudah menjadi perbincangan luas. Akun Instagram resmi warung ini bertumbuh cepat dengan berbagai konten yang memperlihatkan gambar sate kerbau dan iga bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus yang menggugah selera.

Berbagai akun informasi lokal seperti @infoseputarkudus, @lintaskudusofficial, dan @infoseputarjepara aktif membagikan informasi warung ini. Tidak sedikit wisatawan dari Jepara, Pati, Demak, bahkan dari luar Jawa Tengah yang sengaja mampir ke Kudus hanya untuk mencicipi sajian Mbah Tedjo.

Lokasi dan Akses Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kudus

Lokasi Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kudus berada di:

Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Nama di peta digital: Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo (tersedia di Google Maps).

Gambaran Lokasi:

Garung Lor adalah desa yang terletak di antara dua jalan utama — jalur menuju Kota Jepara dan jalur dalam Kabupaten Kudus. Lokasi ini sangat strategis karena berada di perlintasan antara Kudus dan Jepara, sehingga mudah dijangkau dari kedua arah.

Tidak heran jika warung ini menyebut diri sebagai “Cuma 15 Menit dari Jepara” dalam berbagai promosinya. Bagi wisatawan yang sedang dalam perjalanan dari atau menuju Jepara, warung ini menjadi perhentian sempurna untuk mengisi tenaga.

Dari Berbagai Arah:

Dari Pusat Kota Kudus: Arahkan kendaraan menuju Kecamatan Kaliwungu. Ikuti jalan menuju Desa Garung Lor. Perjalanan sekitar 10-15 menit dari alun-alun Kudus.

Dari Jepara: Ambil jalan menuju Kudus. Garung Lor terletak sekitar 15 menit perjalanan dari pusat Kota Jepara. Warung mudah ditemukan karena ramai pengunjung.

Dari Demak atau Semarang: Masuk melalui jalur Kudus, lanjut ke Kecamatan Kaliwungu, kemudian Garung Lor. Waktu tempuh dari Semarang sekitar 50-60 menit.

Cara Termudah Menemukan Lokasi:

Buka aplikasi Google Maps dan ketik langsung: “Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo”. Warung ini sudah terindeks di peta digital sehingga mudah dinavigasi dari titik mana saja.

Parkir dan Fasilitas:

Area parkir cukup luas untuk menampung kendaraan bermotor dan mobil. Warung berkonsep semi-terbuka dengan tempat duduk yang memadai. Suasana santai dan informal khas warung pinggir jalan yang nyaman untuk makan bersama keluarga atau rombongan. Sate kerbau khas Kudus disajikan di atas daun pisang dengan bumbu kacang dan sambal — sajian ikonik yang juga tersedia di Mbah Tedjo.

Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Menu Lengkap

Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo menu terdiri dari dua andalan utama yang menjadi identitas warung ini, dilengkapi dengan berbagai menu pendamping.

Promo Vaseline

Sate Kerbau Mbah Tedjo

Sate kerbau adalah hidangan pertama yang menjadi andalan. Di Kudus, sate kerbau memiliki cara penyajian yang unik dan berbeda dari sate daerah lain di Indonesia.

Cara Pengolahan Sate Kerbau:

Proses membuat sate kerbau khas Kudus cukup panjang dan telaten:

  1. Pemilihan Daging: Daging kerbau segar dipilih dari bagian yang tepat agar tidak terlalu alot
  2. Pemukulan dan Penggilingan: Daging dipukul-pukul atau digiling hingga teksturnya menjadi lebih lembut. Ini adalah tahap paling penting karena daging kerbau secara alami lebih keras dari daging sapi
  3. Pembumbuan: Daging yang sudah lunak dicampur dengan bumbu rahasia — campuran gula jawa, ketumbar, bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah khas
  4. Pemarutan dan Pelekatan: Daging yang sudah dibumbui dilekatkan pada batang tusuk sate, berbeda dari sate biasa yang dagingnya dipotong dadu lalu ditusuk
  5. Perendaman: Daging yang sudah ditusuk didiamkan selama minimal lima jam agar bumbu meresap sempurna ke dalam serat daging
  6. Pembakaran: Baru setelah perendaman, sate dibakar di atas bara arang dengan teknik yang tepat — tidak terlalu lama agar daging tidak keras

Ciri Khas Bumbu Sate Kerbau:

Bumbu sate kerbau Kudus berbeda dari sate pada umumnya. Ada dua komponen utama yang membedakannya:

  • Bumbu kecap manis yang kental dengan rasa lebih gelap dan lebih manis dibanding bumbu sate daerah lain
  • Serundeng — kelapa parut yang digoreng bersama rempah hingga berwarna kuning kecoklatan. Taburan serundeng inilah yang menjadi tanda tangan sate kerbau Kudus

Hasilnya adalah perpaduan rasa manis-gurih-pedas yang sangat khas dan sulit ditemukan di tempat lain. Bumbu meresap hingga ke dalam daging, bukan hanya di permukaan.

Penampilan dan Penyajian:

Sate kerbau di Mbah Tedjo disajikan di atas daun pisang atau piring, disiram bumbu kacang kental, ditaburi serundeng, dan dilengkapi sambal rawit segar. Biasanya disajikan bersama nasi putih panas atau lontong.

Secara penampilan, sate kerbau lebih gelap warnanya dibanding sate ayam atau kambing karena warna daging kerbau dan kecap yang lebih dominan. Bentuk dagingnya pun khas: menempel merata di sepanjang tusuk sate, bukan berupa potongan dadu. Sate kerbau dengan bumbu kacang kental dan serundeng — ciri khas yang membedakannya dari sate daerah lain.

Iga Bakar Mbah Tedjo – Porsi Jumbo

Menu kedua yang tidak kalah fenomenal adalah iga bakar yang menjadi buah bibir pengunjung karena porsinya yang sangat besar.

“Gedhe Dhowo Mung Iga”:

Tagline warung ini dalam bahasa Jawa berarti “Yang besar panjang hanyalah iga (di sini)”. Ini bukan lebay. Pengunjung yang datang langsung dibuat kagum dengan ukuran iga yang disajikan — panjang, tebal, dan penuh daging.

Ini adalah pembeda utama Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo dari warung iga bakar lain. Di saat kebanyakan warung menyajikan iga dalam ukuran standar, Mbah Tedjo memilih porsi jumbo yang memberikan kepuasan lebih bagi penikmatnya.

Teknik Pembakaran Iga:

Iga dibakar langsung di atas bara arang panas. Proses pembakaran dilakukan dengan sabar untuk memastikan:

  • Bumbu meresap hingga ke tulang
  • Daging tidak kering atau keras
  • Bagian luar mendapat karamelisasi yang memberikan aroma harum khas bakaran
  • Tekstur daging juicy di dalam, sedikit kecoklatan di luar

Bumbu Iga Bakar:

Bumbu iga terdiri dari perpaduan kecap, bawang putih, ketumbar, jahe, kemiri, dan rempah-rempah lain yang diracik secara turun-temurun. Marinasi dilakukan beberapa jam sebelum dibakar agar bumbu benar-benar meresap.

Sajian iga bakar dilengkapi dengan sambal, lalapan segar, dan nasi putih hangat. Kombinasi iga bakar jumbo dengan nasi panas dan sambal pedas adalah paduan sempurna yang membuat pengunjung ketagihan.

Daya Tarik Porsi Jumbo:

Salah satu alasan warung ini viral adalah faktor visual — iga yang panjang dan besar sangat fotogenik dan banyak dibagikan di media sosial. Konten gambar sate kerbau dan iga bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus yang diunggah pengunjung menjadi magnet bagi calon pembeli lain.

Selain dua menu andalan, warung ini menawarkan beberapa pilihan pendamping:

Nasi Putih: Nasi putih panas yang pulen, pelengkap wajib untuk sate kerbau maupun iga bakar.

Sambal: Sambal rawit segar dengan tingkat kepedasan bisa disesuaikan. Bagi pecinta pedas, sambal di sini tidak mengecewakan.

Minuman Hangat dan Dingin: Teh manis hangat/dingin, jeruk panas/dingin, air mineral, dan berbagai minuman pendamping lainnya.

Lalapan: Mentimun segar, kemangi, dan irisan bawang merah sebagai penyegar di sela-sela santapan daging.

Harga Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus

Salah satu daya tarik terbesar Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus adalah kisaran harganya yang sangat ramah di kantong.

Harga Mulai Rp 9.000:

Sejak soft opening pada Februari 2025, warung ini secara konsisten mempertahankan harga mulai dari Rp 9.000 untuk menu tertentu. Ini adalah harga yang sangat terjangkau, terutama untuk kuliner berbahan daging kerbau yang umumnya lebih mahal dari ayam atau sapi.

Sebagai perbandingan, warung sate kerbau lain di Kudus rata-rata mematok harga Rp 25.000 hingga Rp 40.000 per porsi (10 tusuk). Sedangkan di Mbah Tedjo, harga jauh lebih bersahabat.

Estimasi Harga Menu:

Menu
Kisaran Harga
Sate Kerbau (per tusuk / satuan)
Rp 9.000 ke atas
Sate Kerbau (1 porsi / 10 tusuk)
Rp 25.000 – Rp 35.000
Iga Bakar (porsi jumbo)
Rp 35.000 – Rp 60.000
Nasi Putih
Rp 5.000 – Rp 8.000
Minuman
Rp 5.000 – Rp 12.000
Sambal / Lalapan
Termasuk / Rp 3.000 tambahan

Catatan: Harga bersifat estimasi berdasarkan informasi tersedia dan dapat berubah. Konfirmasi langsung ke warung untuk harga terbaru.

Kenapa Bisa Murah?:

Warung ini tampaknya memilih strategi volume tinggi dengan margin tipis. Daripada menjual sedikit dengan harga mahal, Mbah Tedjo memilih menjual banyak dengan harga yang membuat pembeli tidak pikir dua kali untuk datang kembali.

Hasilnya terbukti: antrian pengunjung panjang terutama di akhir pekan. Volume penjualan yang tinggi memungkinkan warung tetap untung meski harga ditekan serendah mungkin.

Nilai Uang yang Sepadan:

Dengan porsi iga yang besar dan sate kerbau yang berlimpah bumbu, pengunjung umumnya merasa puas dan merasakan nilai yang sepadan — bahkan lebih dari sepadan — untuk harga yang dibayar.

Ini yang membuat Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus reviews di berbagai platform selalu menyebut soal harga yang mengejutkan untuk kualitas yang didapat.

Sejarah Sate Kerbau Khas Kudus

Untuk memahami mengapa sate kerbau dan iga bakar Kudus begitu istimewa, perlu mengenal latar belakang sejarah di balik kuliner unik ini.

Warisan Sunan Kudus:

Keberadaan sate kerbau di Kudus tidak bisa dipisahkan dari sosok Sunan Kudus, salah satu dari Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Beliau dikenal sebagai wali yang sangat menghormati keberagaman dan toleransi antar umat beragama.

Pada masa itu, umat Hindu sangat menghormati sapi sebagai hewan suci. Demi menjaga kerukunan dan rasa saling menghargai, Sunan Kudus meminta masyarakat Kudus untuk tidak menyembelih sapi. Sebagai gantinya, masyarakat menggunakan kerbau sebagai hewan sembelihan.

Tradisi inilah yang kemudian meresap ke dalam kehidupan kuliner masyarakat Kudus. Daging kerbau menjadi bahan utama berbagai hidangan khas, termasuk sate kerbau yang kini menjadi ikon kuliner Kabupaten Kudus.

Nilai Toleransi yang Terwujud dalam Kuliner:

Sate kerbau Kudus bukan hanya soal rasa. Ia adalah simbol nyata dari toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Setiap tusuk sate kerbau mengandung cerita tentang bagaimana sebuah komunitas memilih untuk saling menghormati.

Nilai ini bahkan sudah diakui secara resmi. Sate kerbau Kudus telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah. Ini menunjukkan betapa dalamnya makna budaya yang terkandung dalam hidangan sederhana ini.

Tradisi yang Tetap Lestari:

Tradisi tidak menyembelih sapi di Kudus masih bertahan hingga hari ini, terutama di wilayah tertentu yang dianggap kawasan suci peninggalan Sunan Kudus. Masyarakat setempat masih menjaga adat ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan wali yang telah berjasa menyebarkan Islam dengan cara penuh kedamaian.

Perkembangan Kuliner Kerbau di Kudus:

Seiring waktu, daging kerbau tidak hanya diolah menjadi sate. Berbagai hidangan berbahan kerbau kini menjadi kuliner khas Kudus, antara lain:

  • Sate Kerbau — yang paling ikonik
  • Soto Kerbau — soto berkuah bening dengan daging kerbau
  • Tongseng Kerbau — tongseng dengan daging kerbau berbumbu rempah
  • Opor Kerbau — gulai santan dengan daging kerbau
  • Iga Kerbau — iga kerbau dengan berbagai teknik pengolahan

Sate kerbau dan iga bakar Kudus adalah bagian dari kekayaan kuliner daerah yang kini semakin diminati wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia.

Keistimewaan dan Cita Rasa Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo

Apa yang membuat Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo berbeda dari warung lain di Kudus?

Rasa Sate Kerbau yang Autentik:

Sate kerbau di Mbah Tedjo menggunakan bumbu yang mengikuti tradisi resep Kudus asli. Rasa dominan adalah manis-gurih dengan sentuhan pedas dari sambal rawit. Bumbu kecap yang pekat berpadu dengan serundeng menciptakan lapisan rasa yang kompleks dan adiktif.

Tekstur daging sangat lembut karena proses pemukulan dan perendaman bumbu yang lama. Berbeda dari mitos bahwa daging kerbau pasti alot, sate kerbau yang diproses dengan benar justru memiliki tekstur yang sangat lembut dan mudah dikunyah.

Iga Bakar yang Memuaskan:

Iga bakar Mbah Tedjo menjadi favorit karena porsinya yang tidak tanggung-tanggung. Ukuran iga yang panjang dan tebal memberikan kepuasan fisik sebelum masuk ke mulut. Begitu daging dibakar dengan bumbu yang kaya rempah, aroma harum bakaran langsung mengundang selera.

Daging iga yang menempel di tulang dibakar hingga sedikit karamelisasi di luar namun tetap juicy di dalam. Ini adalah hasil dari teknik pembakaran yang baik — pengaturan jarak dari bara dan waktu bakar yang tepat.

Perpaduan Dua Dunia:

Salah satu keunikan warung ini adalah tersedianya dua jenis hidangan daging berbeda dalam satu tempat. Pengunjung bisa memesan sate kerbau dan iga bakar sekaligus, menciptakan pengalaman kuliner yang lengkap: cita rasa khas Kudus dari sate kerbau, ditambah kepuasan visual dan fisik dari iga bakar jumbo.

Suasana Warung yang Hangat:

Konsep warung sederhana yang dipilih Mbah Tedjo justru menjadi kekuatan tersendiri. Tidak ada meja mewah atau dekorasi berlebihan — yang ada adalah kehangatan suasana warung rakyat khas Jawa Tengah yang membuat pengunjung merasa seperti makan di rumah nenek.

Pelayanan yang ramah dan cepat juga menjadi nilai plus. Meski ramai, warung ini berupaya menyajikan pesanan dengan efisien agar pengunjung tidak menunggu terlalu lama.

Review dan Ulasan Pengunjung

Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus reviews dari berbagai platform media sosial dan ulasan online secara umum sangat positif.

Komentar Pengunjung di Media Sosial:

Berbagai komentar positif terkumpul dari unggahan di Instagram dan TikTok:

  • “Harga segini dapet iga segede itu? Nggak nyangka!”
  • “Sate kerbau paling enak yang pernah aku coba, bumbunya beneran meresap”
  • “Cocok banget buat mampir kalau lagi lewat Kudus-Jepara”
  • “Porsinya gila, iga-nya panjang banget. Worth it banget!”
  • “Sempat nunggu lama tapi sebanding sama hasilnya, puas!”

Aspek yang Paling Dipuji:

Harga vs Porsi: Hampir semua ulasan menyoroti keseimbangan antara harga yang murah dan porsi yang besar. Ini menjadi daya tarik utama yang mendorong pengunjung untuk datang kembali.

Kualitas Rasa: Bumbu sate kerbau yang autentik dan meresap mendapat banyak pujian. Pengunjung yang terbiasa makan sate kerbau Kudus mengakui cita rasa di Mbah Tedjo tidak kalah dengan warung sate kerbau legendaris lainnya.

Keramahan Pelayanan: Banyak pengunjung yang menyebut pelayanan warung ini ramah dan tidak pelit senyum, memberikan kesan hangat yang membuat pengalaman makan semakin menyenangkan.

Lokasi Strategis: Posisi di jalur Kudus-Jepara membuat warung ini mudah dijangkau dari dua kota sekaligus, sering disebut sebagai perhentian ideal untuk mampir makan.

Catatan dari Pengunjung:

Beberapa pengunjung menyebut waktu tunggu yang bisa cukup panjang saat warung sedang ramai, terutama di akhir pekan atau hari libur. Ini adalah tanda bahwa warung sedang diminati banyak orang, namun perlu diantisipasi terutama bagi yang sedang terburu-buru.

Saran: datang di luar jam makan siang (sebelum pukul 12.00 atau setelah pukul 14.00) untuk menghindari antrean panjang di akhir pekan.

Jam Operasional dan Tips Berkunjung

Jam Operasional Resmi:

  • Buka: Selasa – Minggu, pukul 09.00 – 22.00 WIB
  • Tutup: Setiap Hari Senin

Jam operasional yang panjang — dari pagi hingga malam — memudahkan pengunjung datang kapan saja. Baik untuk sarapan telat, makan siang, makan sore, maupun makan malam, warung ini siap melayani.

Tips Berkunjung:

1. Datang di Hari Kerja: Jika memungkinkan, datang di hari kerja (Selasa–Jumat) untuk menghindari keramaian akhir pekan. Warung akan lebih lengang dan pesanan lebih cepat disajikan.

2. Pesan Lebih Awal: Jika datang rombongan besar, pertimbangkan menghubungi warung terlebih dahulu untuk informasi kapasitas dan kemungkinan pre-order. Ini membantu mengurangi waktu tunggu.

3. Coba Keduanya: Jangan hanya pesan salah satu. Justru pengalaman terbaik di Mbah Tedjo adalah memesan sate kerbau DAN iga bakar bersamaan. Porsi bisa dibagi bersama teman atau keluarga.

4. Datang Saat Tidak Terlalu Lapar: Porsi iga bakar yang jumbo bisa mengejutkan bagi yang belum pernah datang. Kalau datang dalam kondisi sangat lapar, Anda bisa over-order dan tidak sanggup menghabiskan.

5. Pesan Minuman Tradisional: Teh hangat manis khas warung Jawa adalah pasangan sempurna untuk sate kerbau berlemak. Rasa manis teh membantu menyeimbangkan rasa gurih daging.

6. Abadikan Momennya: Iga bakar yang besar adalah konten media sosial yang sangat menarik. Jangan lupa mengabadikan sebelum dimakan — tetapi tetap utamakan makan selagi panas karena iga paling nikmat saat baru diangkat dari bara.

Sate Kerbau dan Iga Bakar Kudus – Perbandingan Warung Lain

Kudus memiliki banyak warung sate kerbau dan iga bakar yang sudah lebih dulu terkenal. Bagaimana posisi Mbah Tedjo di antara mereka?

Warung
Lokasi
Keunggulan
Harga (estimasi/porsi)
Sate Kerbau & Iga Bakar Mbah Tedjo
Garung Lor, Kaliwungu
Porsi jumbo, harga mulai Rp 9.000, baru & viral
Rp 9.000 ke atas
Sate Kerbau Pak Kusrin 57
Jl. Johar, Wergu Wetan
Legendaris, lokasi pusat kota
Rp 30.000 – Rp 45.000
Sate Kerbau Pak Min Jastro
Jl. Agus Salim, Getas
Rating Tripadvisor sangat tinggi, recommended
Rp 30.000 – Rp 40.000
Sate Kerbau 55 Pak Soqib
Jl. Pemuda, Kota Kudus
Paling murah, 10 tusuk Rp 25.000
Rp 25.000 (10 tusuk)
Sate Kebo Mbah Sakinah Betengan
Betengan, Kudus
Ada sop dan tongseng kerbau
Rp 36.000

Posisi Mbah Tedjo:

Dibandingkan warung-warung lain, keunggulan Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo ada pada:

  • Harga paling bersaing dengan menu mulai Rp 9.000
  • Iga bakar jumbo yang tidak ditawarkan warung sate kerbau lain
  • Konsep dua menu unggulan dalam satu tempat
  • Lokasi di jalur Kudus-Jepara yang strategis
  • Warung baru namun sudah viral dengan antusiasme tinggi

Warung-warung legendaris seperti Pak Kusrin 57 atau Pak Min Jastro memiliki keunggulan di pengalaman bertahun-tahun dan reputasi yang sudah sangat mapan. Bagi wisatawan yang ingin mencicipi sate kerbau Kudus yang paling autentik dan terkenal, warung-warung tersebut tetap menjadi pilihan utama.

Namun bagi yang ingin pengalaman kuliner lengkap dengan harga yang sangat terjangkau dan porsi yang memuaskan, Mbah Tedjo adalah pilihan yang sulit diabaikan.

Kenapa Tidak Harus Pilih Salah Satu:

Jika waktu memungkinkan, tidak ada salahnya mengunjungi lebih dari satu warung sate kerbau di Kudus. Setiap warung memiliki kekhasan bumbu dan cara penyajian sendiri. Membandingkan langsung adalah cara terbaik untuk memahami kekayaan kuliner sate kerbau dan iga bakar Kudus yang sesungguhnya. Sate kerbau khas Kudus — disajikan dengan bumbu kecap pekat, serundeng kelapa, dan pelengkap segar. Setiap warung punya kekhasan bumbu sendiri.

Cara Menuju Lokasi

Berikut panduan ringkas menuju Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo Kabupaten Kudus:

Via Google Maps:

Cara paling mudah dan direkomendasikan. Buka Google Maps, ketik:

“Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo”

Warung sudah terindeks dan petunjuk arah tersedia dari titik mana saja.

Via Jalur Darat dari Kota-Kota Terdekat:

Dari Kudus Kota (± 10–15 menit):

  • Ambil jalan ke arah Kecamatan Kaliwungu
  • Cari penunjuk arah ke Desa Garung Lor
  • Warung berada di area Garung Lor yang mudah ditemukan

Dari Jepara (± 15 menit):

  • Ambil jalur menuju Kudus
  • Sebelum masuk pusat Kota Kudus, ikuti petunjuk ke Garung Lor, Kaliwungu
  • Warung ada di jalur utama yang ramai

Dari Demak (± 40 menit):

  • Ambil jalan ke arah Kudus
  • Masuk lewat jalan Kudus-Jepara
  • Cari Garung Lor, Kaliwungu

Dari Semarang (± 55–65 menit):

  • Gunakan jalan tol menuju Kudus atau jalur arteri
  • Masuk Kudus dari arah selatan atau barat
  • Ikuti Google Maps menuju Garung Lor, Kaliwungu

Kendaraan yang Disarankan:

Lokasi dapat dijangkau dengan sepeda motor, mobil, maupun kendaraan rombongan. Area parkir cukup luas. Akses jalan sudah baik dengan aspal yang memadai.

Pertanyaan Umum Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo

Di mana lokasi persis Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo? Warung ini berlokasi di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Untuk menemukan lokasi pastinya, buka Google Maps dan ketik “Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo” — warung ini sudah terdaftar di peta digital dan dilengkapi petunjuk arah otomatis. Posisinya strategis karena berada di jalur antara Kota Kudus dan Kota Jepara, sehingga mudah dijangkau dari dua arah. Dari pusat Kota Kudus, perjalanan memakan waktu sekitar 10–15 menit. Dari Jepara, hanya sekitar 15 menit berkendara. Dari Semarang, sekitar 55–65 menit melalui jalur arteri atau tol.

Berapa harga menu di Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo? Harga di Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo sangat terjangkau. Sejak soft opening pada Februari 2025, warung ini menawarkan menu mulai dari Rp 9.000 saja. Ini jauh lebih murah dibanding warung sate kerbau lain di Kudus yang rata-rata mematok harga Rp 25.000 hingga Rp 40.000 per porsi. Sate kerbau per porsi (10 tusuk) diperkirakan di kisaran Rp 25.000–Rp 35.000, sementara iga bakar ukuran jumbo diperkirakan Rp 35.000–Rp 60.000 tergantung ukuran. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, jadi disarankan konfirmasi langsung ke warung atau cek media sosial resmi mereka di @satekerbaudanigabakarmbahtedjo untuk informasi harga terbaru.

Kapan jam buka Sate Kerbau dan Iga Bakar Mbah Tedjo? Warung buka setiap hari dari Selasa sampai Minggu mulai pukul 09.00 pagi hingga 22.00 malam WIB. Khusus hari Senin, warung tutup total. Jam operasional yang panjang ini memudahkan pengunjung datang hampir kapan saja sesuai jadwal. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah di luar jam sibuk, yakni sebelum pukul 12.00 siang atau setelah pukul 14.00 di hari kerja, untuk menghindari antrean panjang. Di akhir pekan dan hari libur, warung biasanya sangat ramai sehingga waktu tunggu bisa lebih lama dari biasanya.

Apa menu andalan di Mbah Tedjo selain sate kerbau? Selain sate kerbau, menu andalan yang paling dibicarakan adalah iga bakar ukuran jumbo. Inilah yang membuat warung ini viral di media sosial dengan tagline “Gedhe Dhowo Mung Iga” yang berarti porsi iga yang besar dan panjang. Iga dibakar langsung di atas bara arang dengan bumbu rempah khas yang meresap dalam. Pengunjung yang datang umumnya memesan keduanya sekaligus — sate kerbau untuk menikmati cita rasa khas Kudus yang autentik, dan iga bakar untuk pengalaman porsi jumbo yang memuaskan. Selain itu tersedia nasi putih, sambal, lalapan, dan berbagai pilihan minuman sebagai pelengkap.

Mengapa sate kerbau menjadi kuliner khas Kudus? Sate kerbau menjadi kuliner khas Kudus karena akar sejarahnya yang dalam. Tradisi menggunakan daging kerbau sebagai pengganti sapi di Kudus bermula dari ajaran Sunan Kudus, salah satu dari Wali Songo. Beliau menganjurkan masyarakat Kudus untuk tidak menyembelih sapi demi menghormati umat Hindu yang menganggap sapi sebagai hewan suci. Sebagai gantinya, masyarakat menggunakan kerbau. Tradisi ini kemudian meresap ke budaya kuliner lokal dan melahirkan berbagai masakan berbahan kerbau, dengan sate kerbau sebagai yang paling ikonik. Kini sate kerbau bahkan telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diakui pemerintah, membuktikan betapa dalamnya nilai budaya dan toleransi yang terkandung dalam hidangan sederhana ini.

Apakah rasa daging kerbau berbeda dari sapi atau ayam? Ya, daging kerbau memiliki karakteristik rasa dan tekstur yang berbeda dari sapi maupun ayam. Secara alami, daging kerbau sedikit lebih alot dibanding sapi sehingga memerlukan teknik pengolahan khusus — daging dipukul-pukul atau digiling terlebih dahulu untuk melunakkan seratnya. Namun ketika sudah diolah dengan benar seperti pada sate kerbau Kudus, hasilnya justru sangat lembut dan mudah dikunyah. Rasa daging kerbau lebih gurih dengan sedikit kesan “earthy” yang khas, berbeda dari daging sapi yang lebih netral. Ketika diolah dengan bumbu kecap pekat, serundeng kelapa, dan rempah khas Kudus, sate kerbau menghasilkan cita rasa yang unik dan sulit dilupakan — perpaduan manis, gurih, smoky, dan sedikit pedas yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.